Sabtu, 08 Agustus 2009

Our 5th Wedding Anniversary..


Semoga Allah senantiasa
merahmati, membimbing, melindungi, dan memberikan hidayah-Nya selalu dlm rumah tangga kita..

Setiap usai sholat, aku selalu berdoa, semoga Allah mempermudah dan
meringankan langkah kita untuk menyempurnakan dien kita serta menunaikan sunnah
Rosul yang begitu agung dan mulia..

Sudah 5 tahun pernikahan ini kita lalui bersama,penuh suka,cita dan cinta..Aku yakin apa yang Allah pilihkan untuk kita itulah yang terbaik. Bukankah
Allah tidak pernah salah dalam memilihkan yang terbaik bagi hamba-hambanya yang
memohon padaNya?

Banyak sekali tugas yang harus kita emban. Mendidik dan menjaga anak-anak serta
keluarga untuk menjauh dari api neraka...semoga rumah tangga kita bisa menjadi tauladan seperti rumah tangga Rasullulah..InsyaAllah..Amien..

Mudah-mudahan kita menjadi hambaNya yang mendapat kebahagiaan yang telah
dijanjikan bagi orang-orang yang sabar dan tawakal, senantiasa berusaha dan
berbuat baik untuk kehidupan kita…

Amien..

Jumat, 07 Agustus 2009

Profil Perjalanan Jilbab Cantik di rubrik wirausaha majalah PARAS edisi Agustus 2009..




Alhamdullilah..perjalanan panjang yang kami jalani dengan penuh syukur kepada Allah SWT yang tidak pernah henti2nya melimpahkan nikmat2-Nya kepada kami dan banyak melimpahkan berkahnya bagi kami dan orang lain tentunya..

Semoga apa yang kami lakukan ini dapat memberikan banyak manfaat bagi banyak orang dan selalau dapat menebar rahmat lebih banyak lagi..

Terima kasih atas doa dan dukungan dari keluarga,temans,para agen dan yang lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu..

Mari kita sukseskan Gerakan "AYO BERJILBAB "

Selasa, 04 Agustus 2009

Grand Opening Kios Jilbab Cantik..


Kesibukan yg tiada habisnya dan mood yg kadang gak jelas jadi bikin males update blog..hehehe..
Secara,sekarang mood lg bagus,mau sedikit cerita tentang acara Grand opening kios Jilbab Cantik di ITC Cempaka Mas Lt Dasar Blok L no.1097-1098

Bismillahirohmanirohim..Alhamdullilah,atas rahmat dan kemuliaan Allah SWT,akhirnya kami dapat membuka kios kami,mudah2an Allah akan selalu memberikan rahmat dan barokah-Nya selalu..Amien..

Semua pengalaman adalah guru yg terbaik,dan kadang ilmu yg didapat tdk bisa terbayarkan dgn nominal uang..
Persiapan yg kami lakukan utk membuka kios ini pun cukup cepat dlm hitungan hari,pembayaran kios,design toko dan pengerjaan-nya pun sangat singkat..

walaupun kami sangat kecewa dgn design yg dikerjakan oleh design interior yg masih teman sendiri,kadang kl inget jd bikin sakit hati..hiks..hiks..

yah baru nemu aja gitu,kok ya ada orang kerjanya gak profesional banget,merubah2 design tanpa konfirmasi kpd kita,kita komplain kok ya malah dia yg lebih galak..fuuiih..

pelajaran,kalau bisnis is bisnis..teman is teman..
wis..males ngebahas lagi tentang itu..dianggep pelajaran di laboratorium aja..hehehe..

Oiya,pas acara grand opening alhamdullilah rame banget..sampe2 gak kehandle sm karyawan2..ada beberapa media juga yg datang utk meliput acara JC,seperti republika online,kabarindo.com,JakTV,wanita indonesia dll ampe gak hafal..

Pada saat grand opening JC sekalian meluncurkan produk terbarunya yaitu Jilbab ukuran Big Size..
Yang menjadi model brand ambassador jilbab big size tersebut adalah Aty fathiyah,artis sinetron komedi SSTI di TransTV..

Pada saat wanita2 yg bertubuh subur susah sekali mendapatkan jilbab untuk ukuran tubuhnya,biarpun mungkin tdk banyak..tapi kami ingin membantu memberikan solusi kpd mereka dgn meluncurkan jilbab big size tsb..

Jadi apapun ukuran tubuhnya..Pake Jilbab...Pasti doong..:)

Acara juga tambah meriah dgn pembagian door prize kpd pembeli..
banyak banget yg niat,sampe nungguin dari pagi sampai acara mulai..
Dan alhamdullilah mereka dapet dech door prizenya..

Mudah-mudahan sukses selalu untuk JC menebar rahmat lebih banyak lagi..
doakan yaa..Amien..

Sabtu, 04 Juli 2009

Wanita mulia dengan sabar dan ikhlas..

Iseng-iseng browsing,aku menemukan artikel berikut di suatu situs http://www.hidayatullah.com
Sangat inspiring dan menyentuh sekali..
Ya Allah berikan selalu kesabaran dan keikhlasan bagi kami dlm menjaga amanah-Mu selalu..Amien..


Hidayatullah.com–Jika ukurannya gelar akademis, Mulia Kuruseng termasuk orang yang sukses dalam mendidik anak. Janda beranak 15 ini berhasil mengantarkan anak-anaknya menggapai gelar sarjana, ada yang profesor, doktor, master, insinyur, dan letnan.

Sejak tahun 1985, Mulia menjadi single parent (orangtua tunggal) bagi 15 anaknya. “Saya berfungsi sebagai ibu sekaligus bapak,” ungkapnya bersemangat. As’ad, sang suami, meninggal pada Oktober 1985 akibat penyakit hipertensi dan jantung.

As’ad seorang pedagang kain, pakaian jadi, dan sarung Bugis di Pare Pare (Sulawesi Selatan). Waktu itu, As’ad termasuk seorang pengusaha yang sukses. Omset usahanya tiap bulan mencapai Rp 100 juta.

Mulia bukan seorang guru apalagi bergelar sarjana, tapi hanya tamatan SD. As’ad pun cuma tamat SMA. “Saya menikah saat kelas II Muallimin, saya hanya punya ijazah SD,” kenangnya.

Bagaimana bisa ibu rumah tangga ini sukses mengantar 15 anaknya meraih berbagai gelar akademis? Wartawan Hidayatullah menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan nenek dari 24 cucu ini di kediamannya, Jl Matahari No 20 Pare-Pare.

Bagaimana perasaan Anda dalam membesarkan 15 anak sendirian?

Saya tidak pernah mengeluh. Saat itu saya tidak berpikir bagaimana nanti. Saya nekad saja. Alhamdulillah, Allah selalu berikan saya rezeki sedikit demi sedikit.

Apa saja yang Anda lakukan?

Saya berusaha melanjutkan usaha Bapak. Kan Bapak punya kios, ada barangnya. Dulu Bapak berhasil. Tetapi saat meninggal, semua piutang tersendat.

Saya sampaikan kepada anak-anak agar tetap melanjutkan sekolah. Jangan ada yang berpikir putus sekolah. Kan masih ada Tuhan. Alhamdulillah, itu semua terwujud. Waktu itu yang bungsu berusia tiga tahun.

Bagaimana dengan anak-anak yang masih kecil waktu itu?

Kebetulan waktu itu anak yang kedua (Suryani) dan ketiga (Indriyati) sudah menikah. Indriyati sebenarnya belum selesai kuliah, tapi dia sudah menikah. Merekalah yang banyak membantu saya mengurus adik-adik. Merekalah yang men-support adik-adiknya untuk maju sekolah.

Apa yang paling Anda tekankan dalam mendidik anak-anak?

Prinsip saya mendidik anak-anak ada tiga hal, yaitu ikhlas, jujur, dan sabar. Kejujuran saya tanamkan sejak mereka kecil, ini turunan dari kakeknya. Kami dulu dididik untuk senantiasa jujur. Jika ada makanan di meja, tidak ada yang langsung mau makan, harus dibagi dulu. Jika ada uang di meja, mereka berteriak mencari siapa yang punya. Jadi, di rumah ini tidak pernah terjadi kehilangan uang.

Dengan 15 anak, untuk bersikap sabar tentu berat ya. Pernahkah Anda memukul atau mencubit mereka?

Saya tidak pernah memukul mereka. Contohnya, si bungsu pernah mogok makan. Gara-garanya minta dibelikan sepeda motor karena temannya semua sudah beli motor. Saya tidak marah. Saya hanya bersabar. Tiba-tiba temannya yang punya motor tabrakan dan meninggal dunia. Saya sampaikan kepada dia, “Saya sayang kamu Nak.” Apalagi memang saya tidak punya uang.

Saya selalu mengeluarkan bahasa-bahasa yang sopan. Mereka tidak pernah dipukul, juga tidak pernah dibentak. Jika ada yang salah, saya tegur saat dia lagi sendiri agar tidak tersinggung, di saat adik atau kakaknya tidak ada.

Jika ada yang mau saya tegur, saya carikan waktu khusus. Karena jika anak nakal satu, bisa jadi nakal semua. Saya selalu ingatkan dengan bahasa sopan. Anak-anak ini semua (sambil menunjuk foto-foto mereka) tidak ada yang pernah kena cambuk.

Kalau marah sama mereka, saya pergi wudhu kemudian shalat sunah. Nanti setelah tenang baru saya nasihati mereka.

(Hasmi As’ad (48), anak sulungnya, mengaku belum pernah merasakan kerasnya tangan ibunya. “Saya kira adik-adik juga begitu,” kata dokter yang kini menjadi Kepala Kesehatan Pertamina Wilayah Selatan.

Kalau marah, katanya, sang ibu biasanya diam. “Baru beberapa saat kemudian Ibu bicara,” ujarnya.)

Bagaimana menanamkan keikhlasan?

Saya tidak pernah berpikir untuk mendapat gantinya, atau anak-anak membalas jasa-jasa saya. Tidak, saya betul-betul ikhlas.

Saya juga tekankan pada mereka untuk ikhlas dalam memberi. Jika saya minta mereka membantu adik-adiknya, harus betul-betul ikhlas, jangan dipaksakan. Saya bilang kepada yang punya istri, jangan bebani istrimu. Jika tidak setuju, jangan dilakukan. Tetapi justru menantu-menantu yang paling dulu memberi. Mereka bilang, “Kami ikhlas.”

(Keluarga ini punya kebiasaan saling membantu, bila saudaranya yang lain memerlukan dana. Contonya saat Sumarni (anak ke-14) mau beli mobil, Mulia menghubungi anak-anaknya yang lain. Akhirnya mereka patungan, ada yang memberi Rp 5 juta, Rp 10 juta, sehingga terkumpul 70 juta untuk beli mobil).

Dalam hal ibadah, bagaimana Anda mendidik anak-anak?

Saya tidak pernah menyuruh mereka untuk shalat, tetapi saya harus mencontohkannya. Saya dulu yang kerjakan, baru kemudian saya suruh mereka. Kita tidak bisa suruh anak-anak sebelum kita mencontohkannya.

Untuk kesehariannya, saya melarang anak-anak memasukkan urusan-urusan di luar ke dalam rumah, termasuk juga dalam berbahasa. Bahasa yang tidak dipakai di rumah dilarang masuk ke dalam rumah. Bahasa di luar dipakai di luar saja, tidak boleh masuk ke dalam rumah.

Dalam hal ruhani, kebetulan saya bertetangga dengan KH Abdul Pa’baja (ulama besar di Pare Pare). Beliau juga yang banyak membantu menanamkan nilai-nilai moral pada anak-anak. Di sinilah terbentuknya fondasi anak-anak.

Semua anak Anda bergelar sarjana, apakah memang ditekankan soal ilmu?

Oh, tidak. Saya cuma tekankan bahwa siapa yang tidak sekolah ayo bantu ibu. Akhirnya mereka semua mau sekolah. Saya juga buat persaingan di antara mereka. Saya tidak pernah secara langsung menekankan mereka untuk sekolah, saya hanya buat persaingan. Siapa yang rangking I akan lebih tinggi hadiahnya daripada yang rangking II. Jadi, mereka terus berlomba. Mereka rata-rata rangking satu, dan SD-nya lima tahun.

Saya tidak pernah menyogok, baik ketika anak-anak sekolah ataupun mencari pekerjaan.
Rezeki itu datangnya dari Allah, tidak perlu disogok. Insya Allah, di rumah ini bersih. Untuk bekerja, anak-anak bilang, “Saya tidak usah bekerja jika harus menyogok.”

Mengapa tidak berpikir untuk menikah lagi?

Wah, siapa yang mau mengurus anak sebanyak ini? He…he…. Yang jelas sejak suami meninggal, saya berjanji untuk melanjutkan perjuangannya dengan menyekolahkan anak-anak. Bahkan saya pernah bersumpah untuk itu, saat suami saya di rawat di rumah sakit.

Apa aktivitas Anda sekarang?

Saya di rumah saja, kadang ke pasar jaga toko, itu pun tidak serius. Saya hanya duduk, berdzikir, dan mengaji. Jika di toko, saya kadang menghabiskan dua juz dari pagi hingga Dhuhur.* (Sarmadani, Makasar/hidayatullah.com)

***

Nama-nama anak Hj Mulia Kuruseng:

1. Dr Hasmi As’ad (48), alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin (Unhas), saat ini menjadi Kepala Kesehatan Pertamina Wilayah Sulawesi.
2. Prof DR dr Hj Suryani As’ad, MSc, SpGK (46), profesor muda di Fakultas Kedokteran Unhas.

3. Dr Indriyati As’ad (44), MM. Dokter umum di LNG Bontang (Kalimantan Timur), meraih gelar master dari Universitas Mulawarman, Samarinda.

4. Dr Imran As’ad, SpD (42), dokter spesialis penyakit dalam alumnus Unhas, bertugas di Luwuk.

5. Ir Siswana As’ad (40), bekerja di Kantor Poleko Group, Makassar.

6. Ir Solihin As’ad, MT (39), sedang melanjutkan S-3 di Austria.

7. Wahidin As’ad (37), drop-out Fakultas Ekonomi Unhas, pengusaha sukses di Makassar.

8. Ir Suriasni As’ad (37), arsitek dari Unhas, kontraktor.

9. Ir Nurrahman As’ad, MT (34), alumnus ITB, dosen di Universitas Islam Bandung (Unisba).

10. Ir Rahmat Hidayat, MS (33), master dari ITB, kini sedang menempuh studi doktor di Jepang.

11. Ir Jabbar Ali As’ad (31), dosen Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Baramuli Kabupaten Pinrang.

12. Munir Wahyudi, SE, Ak, MM (29), magister dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, dosen beberapa perguruan tinggi di Bandung.

13. Ir Muhammad Arif As’ad, MM (27), alumnus Fakultas Teknik UGM, gelar masternya dari ITB, saat ini bekerja pada PT Indika Entertaimen Jakarta.

14. Sumarni Aryani As’ad, SKed (26), alumnus Fakultas Kedokteran Unhas.

15. Letda Kurnia Gunadi (24), alumnus Akademi Angkatan Laut, Surabaya.

Senin, 29 Juni 2009

Kios Cantik JILBAB CANTIK..


Setelah hunting sana dan dini,survei sana dan sini..
akhirnya kios cantik JC insya allah akan berlabuh di ITC Cempaka Mas..inilah gambar kios jc aseli belum dirombak..

Pengalaman baru yang luar biasa..
Rasa deg-degan juga untuk menghadapi perjalanan baru Jilbab Cantik dlm meramaikan dunia off line perjilbab-an..heheheh..
Maka design utk kios mungil JC pun disiapkan..
Perubahan-perubahan design,letak ,lay out,dll-nya pun berjalan dgn memakan waktu yang lumayan..
rapat dgn para owner pun berkali-kali di jalankan di base camp baru JC..
warkop alias warung kopi..halah..jadi inget masa kuliah sering nongkrong di tukang roti bakar..hhhmmm yummy jadinya meetingnya..

cari-cari design interior...mahal-mahal ya bok..hehehhe..
ketemu temen lama di smp di facebook,gak sengaja tanya2 kerjaan skrg...wah gayung bersamput..ternyata mereka in charge di design interior dan funiture..
mudah-mudahan jadi nich kerjasamanya dan dapet harga yang bagus..heheheh..oke ya ris..:)

hunting2 karyawan untuk membantu operational JC di kios pun berjalan..
tanya sana,tanya sini..
alhamdullilah udah dapat..

Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan lancar..
Doain yaa..
Persiapan launching pun sudah mulai di arrange ..
Gran opening by Bu RT ( Suami-suami takut istri ) sitkom di transtv..




Be there yaa..
soon will be announce ya tanggal gran openingnya..

Sabtu, 27 Juni 2009

Aku Bersyukur..


Ingin sekedar cerita..
Di luar sana banyak sekali orang-orang yang kadang lupa akan rasa bersyukurnya kepada Allah atas segala nikmat yg telah Allah berikan..

Mereka bilang badanku gemuk dan gak seksi lagi,maka berbagai macam cara pun dilakukan untuk mendapatkan badan yg ideal..
Padahal banyak orang yang kehilangan nikmat sehatnya walaupun badannya langsing..

Mereka bilang bola mataku tidak indah bentuknya..
Padahal disaat yang sama seseorang berkata Ya Allah, kenapa Engkau tidak memberikan sepasang matapun untuk ku....

Mereka bilang wajahku tidak cantik..padahal cantik itu relatif..
Dan yang memberi wajah cantik atau tidaknya adalah Allah..dan baik tidaknya manusia di mata Allah tidak pernah dinilai dari fisik..

Ada orang yang merasa bahwa dirinya lebih dari orang lain..
Pada saat mereka bertemu dengan orang2 yg melebihi darinya,maka ia berusaha utk mengikuti apa yang orang lain tsb lakukan..
merasa dirinya kurang cantik,kurang trendy ,kurang modis dan kurang gaul mungkin dan mengikuti gaya dan tren orang tersebut..
Karena rasa ingin selalu lebih dan lebih dan selalu ingin menonjolkan diri..

Naudzubillahi mindzalik..

Tidak mau kalah gaya dan lain2nya bukanlah cermin orang yang beriman..
Jadilah diri kita sendiri dengan iman dan takwa kepada Allah SWT dan rasa penuh syukur akan kelebihan dan kekurangan yang kita miliki.
Allah telah memberikan kelebihan dan kekurangan kepada setiap orang dlm porsi yang berbeda-beda..

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Ku-tambah nikmat-Ku kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).


Ya Allah setiap kedipan mata ini memancarkan rasa syukur kami akan akan keindahan segala ciptaan-Mu..

Ya Allah setiap suara yang terdengar di telinga ini seakan mengayunkan suara merdu aya-ayat-Mu..

Syukurilah apa yang kita punya, syukurilah apa yang kita dapatkan. Mensyukuri apa yang kita punya walaupun hanya sedikit akan lebih baik daripada berlimpah tapi tidak bersyukur.
Mudah-mudahan Allah menjadikan kita sebagai insan yang pandai bersyukur. Amin.

Rabu, 24 Juni 2009

Ketika Cinta Bertasbih the movie..

Hari minggu kemarin baru aja nonton KCB sama hubby,penasaran juga..
Secara blm baca bukunya juga,pingin tahu aja kalo blm baca bukunya,versi filmya bagus or ngak..soale dl pas AAC udah baca bukunya..

Akhirnya kita putuskan nonton,fio sementara sama neneknya di rumah pas kebetulan neneknya lg nginep di rumah..hehehe..
Akhirnya setelah kita makan siang di luar rame2 bareng neneknya dan karyawan JC di rumah,langsung dech ke bioskop..

Hhhm..ternyata biar udah 2 studio dan udah berlangsung lebih dr 1 minggu mulai beredar di bioskop2 masih tetep aja penuh bok..akhirnya kita dpt ticket jam 16.30..
trus lagi byk bgt anak2 yg pada nonton..kok ya bisaa ya..khan bkn film anak2..apa karena udah pada liburan sekolah kali yaa..

Sedikit sinopsis KCB the movienya..
Abdullah Khairul Azzam pemuda tampan dan cerdas dari sebuah desa di Jawa Tengah. Dari kecil, Azzam sudah terlihat sebagai anak yang sangat baik budi pekertinya. Atas usahanya yang gigih dia berhasil memperoleh bea siswa untuk belajar di Al Azhar Mesir selepas menamatkan Aliyah di desanya.

Baru setahun di Kairo dan menjadi mahasiswa berprestasi peraih predikat Jayyid Jiddan (Lulus dengan Sempurna), ayahnya meninggal dunia. Sebagai anak tertua Azzam mau tidak mau harus bertanggung jawab atas kehidupan keluarganya, dikarenakan adiknya masih kecil-kecil. Sementara itu, dia sendiri harus menyelesaikan studinya di Negara orang. Akhirnya dia mulai membagi waktu untuk belajar dan mencari nafkah. Ia mulai membuat tempe dan bakso yang ia pasarkan di lingkungan KBRI dia Kairo. Berkat keahlian dan keuletannya dalam memasak, Azzam menjadi populer dan dekat dengan kalangan staf KBRI di Cairo. Tapi hal itu berimbas pada kuliah Azzam, sudah 9 tahun berlalu, ia belum juga menyelesaikan kuliahnya.

Seringnya Azzam mendapatkan orderan di KBRI Cairo mempertemukan ia dengan Puteri Duta Besar, Eliana Pramesthi Alam. Eliana adalah lulusan EHESS Perancis yang melanjutkan S-2 nya di American University in Cairo. Selain cerdas, Eliana juga terkenal di kalangan mahasiswa karena kecantikannya. Ia bahkan pernah diminta main di salah satu film produksi Hollywood, juga untuk Film layar lebar dan Sinetron di Jakarta. Segudang prestasi dan juga kecantikan Eliana membuat Azzam menaruh hati pada Eliana. Tetapi Azzam urung menjalin hubungan lebih dekat dengan Eliana, karena selain sifat dan kehidupannya yang sedikit bertolak belakang dengan Azzam, juga karena nasihat dari Pak Ali, supir KBRI yang sangat dekat dengan keluarga Eliana.

Apa yang dikatakan Pak Ali cukup terngiang-ngiang di benaknya, bahwa ada seorang gadis yang lebih cocok untuk Azzam. Azzam disarankan untuk buru-buru mengkhitbah (melamar) seorang mahasiswa cantik yang tak kalah cerdasnya dengan Eliana. Dia bernama Anna Althafunnisa, S-1 dari Kuliyyatul Banaat di Alexandria dan sedang mengambil S-2 di Kuliyyatul Banaat Al Azhar – Cairo, yang juga menguasai bahasa Inggris, Arab dan Mandarin. menurut Pak Ali, kelebihan Anna dari Eliana adalah bahwa Anna memakai jilbab dan sholehah, bapaknya seorang Kiai Pesantren bernama Kiai Luthfi Hakim.

Ada keinginan Khaerul Azzam untuk menghkhitbah Anna walaupun ia belum pernah bertemu atau melihat Anna. Karena tidak punya biaya untuk pulang ke Indonesia, Pak Ali menyarankan supaya melamar lewat pamannya yang ada di Cairo, yaitu Ustadz Mujab, dimana Azzam sudah sangat mengenal ustadz itu. Dengan niat penuh dia pun datang ke ustadz Mujab untuk mengkhitbah Anna Althafunnisa. Tapi ternyata lamaran itu ditolak atas dasar status. Karena S-1 Azzam yang tidak juga selesai, dan lebih dikenal karena jualan tempe dan baso. Selain itu, Anna telah dikhitbah lebih dulu oleh seorang pria yang alih-alih adalah Furqon, sahabat Azzam yang juga mahasiswa dari keluarga kaya yang juga cerdas dimana dalam waktu dekat akan menyelesaikan S-2 nya. Azzam bisa menerima alasan itu, meskipun hatinya cukup perih.

Tetapi kemudian Furqon mendapat musibah yang sangat menghancurkan harapan-harapan hidupnya. Hal tersebut membuatnya menghadapi dilemma antara ia harus tetap menikahi Anna yang telah dikhitbahnya, tetapi itu juga sekaligus akan dapat menghancurkan hidup Anna.
Dia adalah seorang lelaki yang nyaris sempurna dan mungkin tipe yang
sangat di idam2kan oleh para akhwat untuk dijadikan suami, bagaimana tidak
Furqan selain ditakdirkan lahir dari keluarga pengusaha Indonesia yang kaya
raya, dia juga memiliki paras tampan dan yang terpenting adalah Furqan memiliki
ilmu agama yang baik dan telah berhasil menyelesaikan kuliah S2nya di Mesir. Alasan2
itulah yang membuat dia merasa sangat yakin dapat dengan mudah mendapatkan
seorang calon pendamping hidupnya kelak
dan pilihan itu akhirnya jatuh pada seorang akhwat cantik dan pintar yang
merupakan anak dari seorang kiai asal Klaten bernama Anna Althafunnisa (inilah
salah satu alasan yang membuat lamaran Azzam ditolak oleh pamannya Anna) dan
ternyata perkiraannya itu terbukti akhirnya Anna menerima pinangannya setelah
dengan proses pertimbangan yang cukup lama. Tetapi kesempurnaan masa depan yang
telah diukir oleh Furqan tiba2 harus kandas hanya dalam satu malam akibat
kejadian yang tidak pernah disadarinya. Dia menjadi target operandi seorang
mata2 mosad israel berinisial Miss Italiana yang memiliki misi merusak generasi
islam yang berkualitas dengan cara menjebak dan menularkan virus yang sangat
ditakuti oleh seluruh umat di dunia karena belum ada obat yang dapat
menyembuhkan penyakit yang diakibatkan oleh virus tersebut yakni penyakit AIDS.
Bagaikan langit yang tiba2 runtuh, itulah perasaan Furqan ketika Rumah Sakit
menyatakan bahwa ia positive terjangkit virus HIV AIDS, seketika pula ia merasa
hidupnya dan seluruh kesuksesan yang berhasil ia raih selama ini sudah tidak
memiliki arti. Kejadian ini merupakan ujian dan teguran dari Allah
bagi Furqan yang selama ini telah berpendapat bahwa takdir itu ada hukum2
alamnya yang mengikuti aturan sebab dan akibat. Padahal manusia sesungguhnya
tidak bisa menentukan takdirnya, kewenangan yang diberikan Tuhan untuk manusia
hanyalah berikhtiar dan berusaha karena takdir sepenuhnya adalah hak dan
keputusan Allah SWT.

Sementara itu Ayyatul Husna, adik Azzam yang sering mengirim berita dari kampung, membawa kabar yang cukup meringankan hati Azzam. Agar Azzam tidak perlu lagi mengirim uang ke kampung dan lebih berkonsentrasi menyelesaikan kuliahnya. Karena selain Husna telah lulus kuliah di UNS, ia juga sudah bekerja sebagai Psikolog. Keahlian Husna dalam menulis sudah membuahkan hasil. Penghasilan Husna cukup dapat membiayai kebutuhan adiknya yang mengambil program D-3, serta adik bontotnya yang bernama Sarah yang masih mondok di Pesantren.

Azzam yang sudah sangat rindu dengan keluarganya memutuskan untuk serius dalam belajar, hingga akhirnya berhasil lulus. Azzam pun menepati janjinya ke keluarganya untuk kembali ke kampong dan segera mencari jodoh di sana, memenuhi amanat ibunya. Walaupun sebenarnya masih terbersit sedikit harapan untuk tetap mendapatkan hati Anna.

Apakah mungkin Azzam akan berjodoh dengan Anna? Ataukah Eliana yang sebenarnya juga masih penasaran dengan Azzam? Ataukah Azzam berhasil menemukan tambatan hatinya di Indonesia?..To be continue..

Menurutku untuk film KCB tersebut,latar,setting,sountrack lagunya oke punya..Jadi pingin jalan-jalan ke Mesir..hahahah..amien
untuk pemainnya sebenernya juga oke cuma mungkin agak sedikit kurang berkarakter saja,mungkin karena masih pemain baru,tapi so far..TOP dech..